Konsep Dasar Sistem Distribusi

Konsep dari produk sering menciptakan aliran lokasi penyimpanan yang meliputi: pusat-pusat produksi (manufacturing center), pusat-pusar distribusi, grosir, dan pengeceran. Distribusi dari barang mengacu pada hubungan yang ada diantara titik produksi dan pelanggan akhir, yang sering terdiri dari beberapa jenis inventori yang harus dikelola.

Tujuan utama dari menejemen distribusi inventori adalah memperoleh inventori dalam tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, spesifikasi kualitas yang tepat, serta pada ongkos yang memadai. Tujuan ini untuk mencapai tingkat pelayanan pelanggan yang diinginkan pada atau di bawah tingkat ongkos yang telah ditetapkan.

Keputusan-keputusan distribusi akan mempengaruhi:

1.  Fasilitas

2.  Transportasi

3.  Investasi inventori

4.  Frekuensi kehabisan stock

5.  Manufacturing

6.  Komunikasi dan pemrosesan Data. Lanjut membaca

Prosedur Distribution Requirement Planning

Menentukan Lead Time (waktu proses)

1. Lead Time antara Supplier dan Distributor

Lead Time dari masing-masing Supplier ke Distributor adalah sama untuk setiap supplier. Sesuai dengan kebijaksanaan yang telah disepakati oleh Supplier dan Distributor, lead time antara supplier dan distributor adalah 7 hari.

2. Lead Time antara Distributor dan Retailer

Untuk lead time dari distributor ke retailer ditentukan berdasarkan jarak retailer yang bersangkutan dengan distributor sesuai kesepakatan bersama.

Retailer Lead Time (hari)
Retailer 1 1
Retailer 2 1
Retailer 3 1
Retailer 4 1

Menentukan Safety Stock (Pengamanan Stok)

1.Perhitungan Safety Stock (Pengamanan Stok)

Pada penelitian ini diasumsikan tingkat pelayanan yang diinginkan bagi distributor dan retailer adalah sama yaitu sebesar 95%, sehingga pada tingkat pelayanan 95% tesebut memiliki nilai z = 1,64. Berikut adalah perhitungan Safety Stock untuk produk.

Bulan Demand Bulanan
Januari’08 78850 Unit
Februari’08 64800 Unit
Maret’08 56985 Unit
April’08 45500 Unit
Mei’08 24600 Unit
Juni’08 52760 Unit
Juli’08 12730 Unit
Agustus’08 36050 Unit
September’08 24300 Unit
Oktober’08 57400 Unit
November’08 45865 Unit
Desember’08 60080 Unit
Total 559920 Unit

Penghitungan dari Distributor ke Retail 1 yaitu:

Simple Average At + At-1 + … + At-(N-1)

N

Keterangan:

SASimple Average

A         =  Permintaan Aktual pada periode-t

N         = Jumlah data permintaan yang dilibatkan dalam perhitungan

Lead time dari Distributor ke Retail 1 = 1 day

Rumus:   SS (Safety Stock)    = Z x s x

Keterangan:

SS           =  Safety Stock

Z             =  Tingkat Service Level 95% = 1,64

s              =  Standar Deviasi

L              =  Lead Time (waktu proses)

s (Standar Deviasi) =  18387  Unit

SS (Safety Stock)    = Z x s x

= 1,64 x 18387 x

= 30154,68

SS (Safety Stock) =  30154 Unit

Time Horizon (Lama Waktu)                                     : 4 weeks

Lead time (Waktu proses)                                         : 1 weeks

Balance on hand at start (Persediaan ditangan)    : 1000 Unit

Distribution Requirement Planning

Menurut Vincent Gaspersz (2004) Distribution Resource Planning (DRP) memberikan kerangka kerja untuk menerapkan centralized push sistem dalam menejemen distribusi inventori. Istilah DRP memiliki dua pengertian yang  berbeda, yaitu: distribution requirements planning dan distribution resource planning. Distribution Requirements Planning berfungsi menentukan kebutuhan-kebutuhan untuk mengisi kembali inventori pada branch warehouse. Sedangkan Distribution Resource Planning merupakan perluasan dari distribustion requirements planning yang mencakup lebih dari sekedar sistem perencanaan dan pengendalian pengisian kembali inventori, tetapi ditambah dengan perencanaan dan pengendalian dari sumber-sumber yang terkait untuk meningkatkan performansi sistem.

Menurut Andre J Martin (1995) DRP adalah proses menetapkan kebutuhan lokasi Persediaan dan memastikan bahwa pemenuhan sumber akan dapat memenuhi permintaan. Sedangkan menurut Kenneth Lysons (2000) DRP adalah pengendalian inventori dan teknik Penjadwalan yang menerapkan prinsip MRP pada distribusi inventori. Ini mungkin juga dipandang sebagai metode penanganan penambahan stock pada lingkungan.

Enterprise Resources Planning (ERP)

ERP adalah sistem informasi manajemen yang mengintegrasikan dan mengotomatisasi berbagai praktek bisnis yang berelasi dengan aspek produksi atau operasi perusahaan. Term ERP diturunkan dari material resources planning. Secara tipikal, sistem ERP menangani manufacturing, logistic, distribution, inventory, shipping, invoicing dan accounting untuk perusahaan. Sedangkan software ERP dapat menolong mengontrol berbagai aktivitas bisnis seperti sales, delivery, billing, production, inventory management, dan human resources management.

Proses bisnis di organisasi pendidikan

Proses bisnis di organisasi pendidikan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Administrasi

2. Bagian Pendidikan dan Pengajaran

3. Pengelolaan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat

4. Kemahasiswaan

5. Pengelola Laboratorium

6. Pengelola Kerja Praktek

7. pengelola Tugas Akhir

8. Bagian Pemasaran

9. Bagian Sarana & Prasarana

10. Bagian Perencanaan

11. Bagian Sumber Daya Manusia

12. Keuangan

13. Kelompok bidang keahlian

 

Open Conference System : Online conference untuk mendukung review online paper

n3Fokus pembahasan pada pengembangan Sistem Informasi Conference Online menggunakan Open Conference System untuk memudahkan proses administrasi review online conference. Keistimewaan dari sebuah conference, modul upload paper conference, modul administrator dan modul review online. Sistem dibangun dengan menggunakan teknologi PHP dengan database MySQL. Sistem secara keseluruhan melibatkan author, reviewer, conference chair dan administrator. Author mengirim data secara online meliputi metadata user dan paper conference, reviewer dapat mengakses data paper dan mereview paper secara online , administrator melakukan maintenance data author maupun reviewer. Sistem ini memudahkan reviewer untuk mereview paper secara online dan memudahkan administrator menantukan paper yang layak untuk dipresentasikan di conference. Sistem ini juga mendukung multiconference dalam satu institusi.

Lanjut membaca

Pemodelan Knowldege Transfer, Knowledge Sharing dan Knowledge Update di Rumah Sakit menggunakan Sistem Pakar Keperawatan

knowledge1Dibahas beberapa model knowledge sharing di lingkungan para perawat khususnya yang berada di ruangan perawatan VIP dan ruangan ICU di suatu rumah sakit. Proses knowledge sharing yang masih bersifat konvensional dengan cara bertatap muka langsung baik dalam jumlah orang terbatas maupun sejumlah kelompok dengan jumlah orang yang cukup banyak, dicoba untuk diganti dengan menggunakan sebuah sistem pakara khususnya yang berhubungan dengan ilmu keperawatan. Proses knowledge sharing ini lebih ditujukan kepada para perawat baru yang masih minim pengalaman di alpangan. Dengan mengganti metode knowledge sharing ini, dihasilkan beberapa perubahan yang mengarah kepada kondisi yang lebih baik, salah satu dari hasil penelitian ini adalah berupa sistem pakar keperawatan dapat mereduksi lamanya waktu berkomunikasi antara perawat baru dengan perawat lama, yang secara otomatis dapat mengurangi kemungkinan jumlah jam kerja terganggu dari perawat lama tersebut.

Lanjut membaca

Standar Audit Teknologi Informasi

auditDalam menjalankan fungsi audit, seorang auditor dapat menggunakan beberapa standar yang telah disusun oleh beberapa asosiasi atau institusi yang memiliki fokus masing-masing.

Beberapa contoh-contoh standar dari Audit  :

1. COBIT

2. COSO

3. ITIL

4. ISO/IEC 17799:2005

5. FIPS PUB 200

6. ISO/IEC TR 13335

Penerapan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaan berorientasi profit

balanced scorecardMetode penilaian kinerja perusahaan yang digunakan saat ini sebagian besar hanya berfokuskan pada faktor keuangan sehingga tidak menggambarkan kondisi perusahaan secara utuh. Kaplan dan Norton pada tahun 1996 mengungkapkan dibutuhkan penilaian kinerja dari sudut pandang finansial dan nonfinansial yang terdiri dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang dikenal sebagai metode balanced scorecard (BSC). Pembahasan ini dikembangkan ukuran-ukuran strategis sebagai parameter pengukuran kinerja perusahaan yang diturunkan dari visi misi perusahaan yang bergerak di industri bahan perasa makanan dan mengikuti kerangka kerja pengukuran kinerja dengan BSC. berdasarkan parameter-parameter yang berjumlah 22 buah tersebut, dirancang model pengukuran kinerja dan model pengetahuan sebagai dasar untuk melakukan pengukuran kinerja dan menganalisis hasil pengukuran kinerja dan model pengetahuan sebagai dasar untuk melakukan pengukuran kinerja dan menganalisis hasil pengukuran kinerja perusahaan. Prototipe perangkat lunak juga dikembangkan sebagai alat bantu pengukuran kinerja dengan metode BSC sekaligus menguji validitas kedua model yang dikembangkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa BSC terbatas untuk mengukur kinerja perusahaan secara global dan kedua model valid dengan studi kasus PT Essence Indonesia.

Lanjut membaca

Synergy online reporting berbasis workflow

sinergyOtomatisasi yang sedang banyak dikembangkan dan digunakan saat ini adalah aplikasi berbasis workflow. Sama dengan tujuan dasar otomatisasi yang lain suatu aplikasi yang dibuat dengan basis workflow diharapkan dapat mengurangi lamanya proses kerja dan juga mengurangi human error yang memang sulit sekali dihindari dalam suatu sistem yang manual.

Selain itu, dengan aplikasi berbasis workflow penambahan suatu node atau perubahan bisnis proses dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus re-coding aplikasi tersebut. Dengan penerapan aplikasi menjadi berbasis work flow aliran-aliran data yang terjadi dapat dimonitor dan history nya dapat tersimpan dalam database.

Aplikasi synergy online reporting (SOR) adalah sebuah aplikasi yang digunakan oleh Telkom untuk mengsikronkan proyek-proyek Telkom. Aplikasi ini menangani proses pengajuan proyek sampai dengan monitoring proyek atau reporting. Aplikasi SOR yang sudah digunakan oleh Telkom Group saat ini belumlah berbasis workflow sehingga bisa dikatakan sebagai aplikasi yang statis. manakalan ada sedikit penambahan atau perubahan aturan aliran data, aplikasi ini harus dicoding ulang. Untuk itu diharapkan dengan adanya aplikasi SOR berbasis workflow ini penambahan task ataupun perubahan aliran data dapat dilakukan dengan mudah.

Editor Al-Qur’an Braille memanfaatkan pemrograman macro pada open office editor

alquran1Mahalnya Al Qur’an Braille, yang berkisar antara 1  juta hingga 2 juta rupiah adalah merupakan hambatan bagi saudara-saudara tunanetra muslim untuk menjalani kehidupan religius yaitu beribadah kepada Allah SWT, maka perlu diadakan penelitian untuk menghasilkan suatu peralatan cetak dan editor al Qur’an braille yang dapat mencetak al qur’an braille dengan harga yang murah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan editor Al Qur’an Braille dengan memanfaatkan pemrograman macro pada open office writer.

Obyek penelitian adalah huruf Braille Bahasa Arab (Al Qur’an Braille), tanda-tanda harakat dan tanda baca Al Qur’an Braille telah ditransliterasi dengan teks Arab dengan format RTL (Right to Left) menjadi format LTR (Left to Right) dengan pemrograman maco pada pengolah kata Open Office writer. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati huruf Al Qur’an dan mencocokkan dengan aturan penulisan huruf Al-Qur’an Braille. Hasil yang diperoleh adalah transliterasi dapat dilaksanakan dengan membuat macro yang berfungsi membaca teks pada dokumen open office writer, menyimpan karakter teks tersebut pada array, kemudian memanggilnya kembali karakter tersebut secara terbalik (reserve order). Hasil karakter teks yang dibalik kemudian diubah fontnya, dari font Arab ke font Braille dengan membuat macro find and replace. Lanjut membaca

Aplikasi akad pembiayaan dan pengolahan harta secara syariah berbasis web

Pada proyek akhir ini, akan dibuat sebuah aplikasi pembiayaan dan pengolahan harta secara syariah berbasis web. Aplikasi yang dibuat meliputi zakat, warisan, asuransi, pembiayaan perbankan syariah dan pajak. Berikut ini landasan teori dari aplikasi yang akan dibuat :

1. Zakat

Zakat (pajak dalam Islam) adalah rukun ketiga dari rukun Islam. Secara harfiah zakat berarti tumbuh, berkembang, menyucikan atau membersihkan. Sedangkan secara terminologi syariah, zakat merujuk pada aktivitas untuk memberikan sebagian kekayaan dalam jumlah dan perhitungan tertentu bagi orang-orang tertentu sebagaimana telah ditentukan di dalam Alquran. Adapun orang-orang yang boleh menerima zakat dibagi menjadi 8 golongan, yaitu: fakir, miskin, amil (penyelenggara zakat), muallaf (orang yang baru masuk Islam), hamba sahaya, gharimin (orang yang berhutang), fisabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah) dan Ibnu Sabil (orang yang sedang dalam perjalanan). Hukum zakat adalah wajib (fardhu) bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pada prinsipnya zakat dibagi menjadi dua, yaitu: zakat fitrah dan zakat maal/harta.
Zakat Fitrah
Adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim menjelang Idul Fitri pada bulan Ramadhan. Setiap muslim diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah untuk dirinya, keluarganya dan orang lain yang menjadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita. Diriwayatkan dari Ibnu Umar, ia berkata: “Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan satu sha’ dari kurma, atau satu sha’ dari sya’iir atas seorang hamba, seorang merdeka, laki-laki, wanita, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin” (H.R Al Bukhary dan Muslim).
Jumlah zakat fitrah yang dikeluarkan menurut para ulama adalah sesuai penafsiran terhadap hadits Nabi yaitu sebesar satu sha’ atau kira-kira setara dengan 3,1 liter/2,176 Kg makanan pokok (beras, tepung, gandum, kurma dll) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan2. Zakat fitrah dikeluarkan paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan Sholat Ied (pada bulan Ramadhan). Jika waktu penyerahan melewati batas tersebut, maka yang diserahkan bukan sebagai zakat melainkan sedekah biasa. Lanjut membaca