Konseptual perancangan sistem informasi manajemen logistik penanggulangan bencana berbasis GIS

Pengelolaan sistem logistik dalam penanggulangan bencana adalah suatu pendekatan terpadu dalam mengelola barang bantuan penanggulangan bencana. Aktivitas yang dilakukan dalam penanggulangan bencana pasti melibatkan banyak pelaku yang berbeda tetapi semua kegiatan yang dilakukan oleh setiap pelaku tersebut harus terkoordinasi dengan baik. Dengan demikian, peran sistem informasi menjadi sangat penting agar aktivitas tanggap darurat dan penanggulang bencana dapat dilakukan dengan secepat dan setepat mungkin, sehingga perlu dirancang sebuah sistem informasi manajemen logistik untuk penanggulangan bencana (SIMLOG – PB). Upaya penanggulangan bencana harus didukung oleh suatu sistem informasi yang memadai dan diharapkan mampu untuk meningkatkan kemampuan perencanaan logistik penanggulangan bencana bagi semua mekanisme penanggulangan bencana, baik pada tingkat pusat maupun daerah pada semua tahapan penanggulangan bencana serta harus mampu memberikan informasi secara lengkap dan aktual kepada semua pihak yang terkait dengan unsur-unsur logistik penanggulangan bencana baik di Indonesia maupun negara asing melalui fasilitas jaringan global. Perancangan SIMLOG – PB berbasis GIS pada penelitian ini baru pada tahap konseptual, yaitu masih dititikberatkan pada pemetaan dan identifikasi pengorganisasiaan serta sistem informasi logistik yang sudah ada pada saat ini

Baca lebih lanjut

Sistem Informasi Geografis untuk mengelola data pelanggan PT PLN di kabupaten Sampang

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memeriksa, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisis dan menampilkan data-data yang berhubungan dengan posisi-posisi di permukaan bumi. Dengan menggunakan SIG maka akan lebih mudah bagi PT PLN untuk menganalisis data yang ada. Karena dengan adanya SIG maka akan digambarkan juga posisi penyebaran data pada kondisi sesungguhnya.

 

Sistem Informasi Geografis Pemetaan Pelanggan XL Jawa Timur

Pada perkembangan teknologi saat ini banyak penyedia operator layanan seluler yang semakin bersaing. Akibat dari persaingan tersebut maka perusahaan penyedia layanan telekomunikasi saling berlomba untuk memberikan pelayanan ekstra bagi pelanggan untuk memberikan nilai bagi layanannya. Dalam penelitian ini mengambil obyek di PT Excelcomindo Pratama,Tbk sebagai salah satu operator telekomunikasi terbesar di Indonesia. Adapun permasalahan yang timbul dari penelitian ini berfokus pada pemetaan wilayah pelanggan XL menggunakan Sistem Informasi Geografis berdasarkan produk dan berdasarkan jenis kelamin juga terdapat pemetaan mengenai letak XL Center yang terdapat di Jawa Timur, dengan pemetaan di tiap-tiap kabupaten.Pada sistem ini terdapat tiga level login yaitu administrator, manajer/pimpinan dan pelanggan yang nantinya bisa memiliki fungsi berbeda-beda.Untuk  laporan dari hasil pemetaan berdasarkan data pelanggan yang telah melakukan registrasi.

Baca lebih lanjut

Pemetaan Posisi Kendaraan menggunakan Mapserver berdasarkan data GPS (Global Positioning System)

GPS1Proses untuk melacak dan menemukan posisi kendaraan akan membutuhkan waktu yang lama, hal ini disebabkan adanya delay waktu saat pencarian. Keadaan ini kurang efektif sehingga dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mangatasi keadaan tersebut.

Dengan penggunaan software mapserver yang dapat membuat aplikasi pemetaan di dalam sebuah web dan memanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning System), mikrokontroler dan handphone yang terpasang pada kendaraan.

Untuk memperoleh hasil dari sistem ini user memberikan instruksi request melalui browser. Instruksi tersebut akan dikirim melalui SMS dan diterima oleh handphone pada kendaraan dengan membutuhkan waktu sekitar 30 detik. Selanjutnya mikrokontroler membaca instruksi pada SMS dan mengeksekusinya. Jika instruksinya adalah request posisi terakhir, maka mikrokontroler akan mengambil data koordinat dari GPS kemudian mengirimkan data ini melalui SMS ke handphone server. Data koordinat itu kemudiian ditampilkan pada peta digital di browser. Dengan demikian user dapat mengetahui dimana posisi kendaraannya.

Baca lebih lanjut

Sistem Informasi Geografis

GISSistem Informasi Geografis (GIS) adalah suatu sistem berbasis komputer yang digunakan untuk menyimpan, memanipulasi dan menganalisis informasi geografis. Perbedaan GIS dengan sistem informasi yang lain adalah kemampuannya dalam melakukan penggabungan data spasial dan menganalisis data/informasi dengan menggunakan sistem pengelola basis data (DBMS). Kunci dari GIS adalah penanganan dan analisis data berdasarkan lokasi geografis.

Secara umum, sistem kerja GIS berdasarkan integrasi 4 (empat) komponen, yaitu : Hardware, Software, Data dan Pengguna. Sedangkan ruang ruang lingkup proses yang dilakukan pada GIS, yaitu : Input data, Transformasi data, editing, manajemen data, query dan analisis (analisis proximity, analisis overlay) overlay dibutuhkan karena lebih dari satu layer, Visualisasi.

GIS menghubungkan sekumpulan unsur-unsur peta dengan stribut-atributnya didalam satuan-satuan yang disebut layer. Kumpulan dari layer-layer ini akan membentuk basis data GIS. Dengan demikian, perancangan basis data merupakan hal yang esensial didalam GIS. Rancangan basis data akan menentukan efektifitas dan efisiensi proses-proses masukan, pengelolaan dan keluaran GIS.

Sistem Informasi Geografis untuk layanan pariwisata berbasis J2ME

fig1Dewasa ini, tingkat mobilitas masyarakat semakin tinggi. Hal ini disebabkan karena tersedianya sarana dan prasarana transportasi yang semakin memadai yang memudahkan masyarakat berpindah tempat. Mobilitas memungkinkan masyarakat dapat berperan sebagai turis setiap saat mereka melakukan aktivitas mobile-nya. Di samping itu, tingkat kesibukan masyarakat yang tinggi menuntut adanya efektivitas dan efisiensi waktu agar proses mobilitas dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan adanya pemanduan untuk membantu memudahkan masyarakat mobile beradaptasi dengan lingkungan baru.

Untuk menjawab persoalan diatas, dibangunlah Sistem Informasi Geografis (SIG) Mobile Pemandu Turis (T-GIS). Sistem ini dibangun dengan menerapkan teknologi SIG pada perangkat mobile untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan mobilitas sehingga dapat membantu masyarakat kapanpun dan dimanapun mereka berada. Pemanduan turis tidak hanya mengandalkan kemampuan pemandu akan informasi yang dimilikinya, melainkan juga cara penyampaian informasi yang komunikatif kepada turis. Oleh karena itu, penerapan pemanduan pada sistem juga difokuskan pada interaksi yang interaktif antara pengguna dengan sistem.

Pada tugas akhir ini dilakukan perancangan SIG pada perangkat mobile dengan menerapkan konsep pemanduan turis dengan fokus kajian pada pembangunan interaksi yang interaktif antara pengguna dengan sistem. Perancangan sistem dilakukan dengan menggunakan pemodelan task untuk memodelkan interaksi antara pengguna dengan sistem. Dari model analisis yang dihasilkan, dibuat rancangan perangkat lunak dengan memanfaatkan bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML). Hasil rancangan sistem kemudian diimplementasikan menjadi prototipe dengan memanfaatkan tools MapServer dan Netbeans Mobility. Prototipe tersebut kemudian diujikan untuk mengetahui efektivitas usability sistem. Hasil dari tugas akhir ini berupa rancangan sistem pemanduan dan prototipe perangkat lunak T-GIS yang merepresentasikan hasil rancangan sistem pemanduan tersebut. Rancangan yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk penelitian selanjutnya.

Baca lebih lanjut