CMS XOOPS

XOOPS adalah singkatan dari eXtensible Object Oriented Portal System. XOOPS dulunya merupakan sebuah portal system, tapi pada akhirnya XOOPS berpindah jalur menjadi sebuah Content Management System. CMS/Content Management System XOOPS merupakan CMS yang bersifat open source yang berdasarkan pada bahasa pemograman PHP untuk website-nya. CMS/Content Management System XOOPS memungkinkan seorang administrator dengan mudah dapat membuat sebuah website dengan content yang bagus dan menarik serta memiliki fitur-fitur yang bagus tanpa harus menguasai suatu bahasa pemograman. CMS /Content Management System XOOPS cocok untuk membuat sebuah dynamic community website baik dalam skala kecil atau besar, intra company portals, weblogs dan yang lain, selain itu CMS /Content Management System ini dapat di-install ke Internet host yang men-support PHP web server dan data base.

Baca lebih lanjut

WiMAX vs LTE

1. LTE dipilih oleh banyak produsen ponsel maupun operator seluler karena teknologi ini cocok dengan infrastruktur jaringan 3G yang sudah dibangun oleh para operator selular saat ini (Harper, InformationWeek,2009). LTE dipilih sebagai jaringan 4G , karena secara teori teknologi ini mampu menyuguhkan kecepatan download hingga 100 Mbps.Hal itu memungkinkan para operator untuk menawarkan video streaming berdefinisi tinggi (HD) yang hingga kini tak mungkin dilakukan melalui jaringan 3G.
2. Di lain sisi, ClearWire, Google, Sprint, dan Intel telah mengusung WiMax sebagai teknologi pilihan dalam menyuguhkan 4G. Meskipun secara teori, kecepatan WiMax lebih rendah dibandingkan LTE, saat ini jaringan milik ClearWire telah berjalan baik di Baltimore dan Portland,AS.
3. LTE cocok untuk jaringan 3G dan HSDPA . Investasi yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan Wimax yang notabene harus mengeluarkan investasi untuk membangun perangkat jaringan baru
4. Bagi beberapa operator seluler, mengimplementasikan LTE bisa jadi pilihan bijak. Mengingat LTE dikembangkan oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project), group yang juga mengembangkan teknologi GSM dan HSDPA. Apalagi, LTE menawarkan proses migrasi secara seamless untuk jaringan GSM, WCDMA atau bahkan CDMA.
5. Dari sisi BTS, LTE bisa diintegrasikan secara seamless ke dalam kabinet untuk selanjutnya menggunakan aset yang sudah ada. Sebut saja catu daya, perangkat transmisi, dan aset RF.
6. Dari sisi teknologi, LTE hadir dengan teknologi terkini, baik dari sisi transmisi, antena maupun jaringan inti berbasis IP. Mirip dengan teknologi milik WiMAX ataupun UMB. Untuk transmisi misalnya, LTE menggunakan teknologi OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access) untuk downlink. Sedangkan untuk uplink, LTE menggunakan SC-FDMA (Single Carrier Frequency Division Multiple Access), teknologi yang dipercaya lebih efisien dalam hal penggunaan energi.
7. Sementara untuk antena, LTE menggunakan konsep MIMO (Multiple Input Multiple Output) yang memungkinkan antena untuk melewatkan data berkuran besar setelah sebelumnya dipecah dan dikirim secara terpisah. Selain tentu saja implementasi arsitektur berbasis IP di sisi jaringan inti. Inilah yang nantinya akan mengantarkan kita pada era Mobile IP.
8. Di sisi pengguna, LTE adalah pintu masuk untuk beragam layanan menarik. Sebut saja Voice Over IP, Multi-User Gaming Over IP, High Definition Video On Demand dan Live TV. Kecepatan akses yang ditawarkan secara otomatis juga akan mampu mengoptimalkan layanan-layanan yang sudah ada seperti e-mail, internet browsing, dan MMS. LTE mampu menghadirkan seluruh layanan yang ada di internet ke dalam sebuah perangkat mobile. Terlebih, LTE menjanjikan low latency yang sangat penting untuk layanan-layanan real time yang memang anti delay.
9. Tapi, seperti halnya WiMAX, LTE juga masih menunggu regulasi yang jelas. Terutama dalam hal penggunaan frekuensi. Meskipun, 3GPP menjanjikan bahwa LTE bisa dioperasikan dihampir seluruh frekuensi yang distandarisasi 3GPP, mulai dari 2.5/2.6 GHz, 2.3 GHz, 2.1 GHz,1900 MHz,1800 MHz,1700/2100 MHz, 1500 MHz, 900 MHz, 850 MHz, 700 MHz, hingga 450 MHz. Tapi tetap saja, pemerintah perlu mengalokasikan frekuensi yang tepat untuk teknologi seperti LTE ataupun WiMAX.

Telaah Jurnal : ANALISIS PERILAKU DAN KEPUTUSAN KONSUMEN UNTUK MENGINAP PADA HOTEL DI SAUDI ARABIA

ABSTRAK

Apa yang telah diteliti, mengapa diteliti,

Paper ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengambil keputusan menginap di Hotel  di kota Jeddah Arab Saudi.

Diteliti untuk memberikan gambaran kepada top management hotel, guna menerapkan strategi di masa mendatang

 

Dengan metode apa diteliti,

Metode yang digunakan adalah kuesioner terhadap 184 orang yang sering menginap di hotel selama 3 tahun terakhir. Terdapat 9 pertanyaan kuesioner. Konsep analisis markov digunakan untuk menganalisis hasil kuesioner.

 

Apa hasil penelitian,

Hasil penelitian adalah peramalan tentang prosentase tingkat hunian di hotel selama periode tertentu di Jeddah, Arab Saudi

 

Apa saran yang perlu dilakukan selanjutnya

Penelitian selanjutnya adalah menerapkan hasil penelitian ini di setiap daerah(region) di Arab Saudi serta menggunakan konsep Total Productivity Gainsharing (TPG) dalam analisis Total Productivity Management guna memenuhi keinginan konsumen

Baca lebih lanjut

Sistem Informasi Penggajian

A. ANALISIS KINERJA
adalah kemampuan menyelesaikan tugas bisnis dengan cepat sehingga sasaran segera tercapai. Kinerja diukur dengan jumlah produksi dan waktu tanggap dari suatu sistem. Sistem yang dikembangkan ini akan menyediakan jumlah produksi dan waktu tanggap yang memadai untuk kebutuhan manajemen pada perusahaan plastik ini.

Kelemahan :
1. Keterlambatan pemberian informasi mengenai jumlah anak yang bertambah membuat bendahara gaji harus melakukan perhitungan ulang gaji dengan menambahkan jumlah tunjangan anak. Hal tersebut akan memperlambat kinerja proses.
2. Adanya kenaikan pangkat pegawai yang menyebabkan bendahara gaji harus meminta kekurangan gaji atau rapel pada bulan berikutnya, sehingga akan semakin memperpanjang waktu tanggap. Baca lebih lanjut

Perancangan Basis Data : Sistem manajemen perpustakaan

ABSTRAK

Dalam tugas 1 sistem basis data ini dibuat desain basis data Sistem Manajemen Perpustakaan. Desain basis data meliputi Analisis Persyaratan, Desain basis data konseptual , Desain basis data logika , Perbaikan skema, Desain basis data fisik dan Desain Aplikasi antarmuka.
Digunakan pemodelan Entity Relationship Diagram untuk desain basis data konseptual yang akan tersimpan dan teroganisasi dalam data perpustakaan. SQL diperlukan untuk membuat desain basis data logika . Sistem meliputi entitas kartu perpustakaan, customer, pustakawan, lokasi perpustakaan, buku, video dan relasi diantaranya.

1. Pendahuluan

ER Diagram merupakan merupakan model data berupa notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang menggambarkan hubungan antara penyimpan. Model data sendiri merupakan sekumpulan cara, peralatan untuk mendeskripsikan data-data yang hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Model data terdiri dari model hubungan entitas dan model relasional. Diagram hubungan entitas ditemukan oleh Peter Chen dalam buku Entity Relational Model-Toward a Unified of Data. Chen mencoba merumuskan dasar-dasar model dan setelah itu dikembangkan dan dimodifikai oleh Chen dan banyak pakar lainnya. Pada saat itu diagram hubungan entitas dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak yang juga merupakan modifikasi khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan entitas [1]. Baca lebih lanjut

Tidak Besedekah dan Tidak Berjihad, Lalu dengan Apa Anda Akan Masuk Surga?

Dari Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendatangi Rasululah Saw untuk membaiatnya atas Islam. Kemudian Rasulullah mengajukan syarat kepadaku: “Anda bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad hamba sekaligus Rasul-Nya, mendirikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, membayar zakat, berhaji ke Baitullah, dan berjihad di jalan Allah.

Aku berkata, wahai Rasulullah: Ada dua syarat dimana aku tidak mampu. Pertama, zakat. Sebab saya tidak memiliki kecuali sepuluh unta. Unta-unta itu penopang hidup keluargaku dan kendaraan mereka.

Kedua, jihad. Dalam hal jihad ini mereka mengatakan bahwa siapa saja yang lari dari medan jihad, maka ia akan mendapat murka Allah. Aku khawatir bahwa ketika aku ikut dalam sebuah peperangan, aku takut mati, sehingga jiwaku menjadi lemas.

Rasulullah memegang tangannya, lalu menggerakkannya. Selanjutnya beliau bersabda: “Tidak bersadaqah dan tidak pula berjihad, maka dengan apa Anda akan masuk surga?

Aku berkata, wahai Rasulullah: “Aku membaiatmu.” Kemudian beliau membaiatku dengan semua syarat tersebut. (Hadis ini diriwayatkan oleh Baihaqi dan Hakim. Sedang Hakim men-shahih-kannya, dan disepakati oleh ad-Dzahabi).

Sumber: hizb-ut-tahrir.info, 1/8/2010.

Deteksi Tepi

Yang dimaksud dengan tepi (edge) adalah batas antara dua daerah dengan nilai gray-level yang relatif berbeda atau dengan kata lain edge merupakan tempat-tempat yang memiliki perubahan intensitas yang besar dalam jarak yang pendek

Deteksi tepi (Edge Detection) pada suatu citra adalah suatu proses yang menghasilkan tepi-tepi dari obyek-obyek citra, tujuannya adalah :

  1. Untuk menandai bagian yang menjadi detail citra
  2. Untuk memperbaiki detail dari citra yang kabur, yang terjadi karena error atau adanya efek dari proses akuisisi citra

Proses pencarian edge dilakukan dengan menggunakan teknik spatial (proses konvolusi)

Pada gambar terlihat bahwa hasil deteksi tepi berupa tepi-tepi dari suatu gambar. Bila diperhatikan bahwa tepi suatu gambar terletak pada titik-titik yang memiliki perbedaan tinggi.

Sebenarnya ada beberapa teknik untuk medeteksi tepi. Teknik untuk mendeteksi tepi yaitu :

1.  Operator gradien pertama, contoh beberapa gradien pertama yang dapat digunakan untuk mendeteksi tepi di dalam citra, yaitu operator gradien selisih-terpusat, operator sobel, operator prewitt, operator roberts, operator canny.

2.  Operator turunan kedua, disebut juga operator laplace. Operator laplace mendeteksi lokasi tepi khususnya pada citra tepi yang curam. Pada tepi yang curam, turunan keduanya mempunyai persilangan nol, yaitu titik di mana terdapat pergantian tanda nilai turunan kedua, sedangkan pada tepi yang landai tidak terdapat persilangan nol. Contohnya adalah operator laplacian gaussian, operator gaussian.

3.  Operator kompas, digunakan untuk mendeteksi semua tepi dari berbagai arah di dalam citra. Operator kompas yang dipakai untuk deteksi tepi menampilkan tepi dari 8 macam arah mata angin yaitu utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat, barat daya, dan barat laut. Deteksi tepi dilakukan dengan mengkonvolusikan citra dengan berbagai mask kompas, lalu dicari nilai kekuatan tepi (magnitude) yang terbesar dan arahnya. Operator kompas yang dipakai untuk deteksi tepi menampilkan tepi dari 8 macam arah mata angin, yaitu utara, timur laut, timur, tenggara, selatan, barat, barat daya, dan barat laut.

Konversi Citra True Color ke Grayscale

Konversi Citra True color ke Grayscale mengubah nilai pixel yang semula mempunyai 3 nilai yaitu R, G, B menjadi satu nilai yaitu keabuan. Berikut persamaan yang digunakan untuk mendapatkan nilai keabuan :

Ki = wRRi +wGGi +wBBi

Dimana :

Ki : nilai keabuan pada pixel ke i

wR : bobot untuk elemen warna merah

wG : bobot untuk elemen warna hijau

wB : bobot untuk elemen warna biru

Ri : nilai intensitas elemen warna merah

Bi : nilai intensitas elemen warna biru

Gi : nilai intensitas elemen warna hijau

NTSC (National Television System Committee) mendefinisan bobot untuk konversi citra true color ke greyscale sebagai berikut : wR = 0.299, wB = 0.587, wG = 0.114. Data masukkan berupa citra True Color dan data keluaran berupa citra Grayscale

Citra True Color

Citra true color adalah representasi citra berwarna yang memiliki tiga komponen utama yaitu merah ,hijau dan biru (RGB). Masing-masing komponen pada citra true color mempunyai 256 kemungkinan nilai sehingga secara keseluruhan citra true color memiliki total 16.777.216 kemungkinan warna.

Citra Grayscale

Berbeda dengan citra biner , citra greyscale disebut juga dengan citra 8-bit karena memiliki 28 (256) kemungkinan nilai pada masing-masing pixelnya. Nilai tersebut dimulai dari nol untuk warna hitam dan 255 untuk warna putih.

Citra Biner

Citra Biner disebut juga dengan bi-level adalah citra digital yang hanya mempunyai dua kemungkinan nilai pada pixel-pixelnya (hitam atau putih). Citra biner biasanya dihasilkan melalui proses segmentasi ataupun proses tresholding, atau dihasilkan beberapa alat-alat input/output yang hanya mendukung citra biner seperti: printer laser dan mesin fax.