Penerapan Balanced Scorecard dalam pengukuran kinerja perusahaan berorientasi profit

balanced scorecardMetode penilaian kinerja perusahaan yang digunakan saat ini sebagian besar hanya berfokuskan pada faktor keuangan sehingga tidak menggambarkan kondisi perusahaan secara utuh. Kaplan dan Norton pada tahun 1996 mengungkapkan dibutuhkan penilaian kinerja dari sudut pandang finansial dan nonfinansial yang terdiri dari empat perspektif, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan yang dikenal sebagai metode balanced scorecard (BSC). Pembahasan ini dikembangkan ukuran-ukuran strategis sebagai parameter pengukuran kinerja perusahaan yang diturunkan dari visi misi perusahaan yang bergerak di industri bahan perasa makanan dan mengikuti kerangka kerja pengukuran kinerja dengan BSC. berdasarkan parameter-parameter yang berjumlah 22 buah tersebut, dirancang model pengukuran kinerja dan model pengetahuan sebagai dasar untuk melakukan pengukuran kinerja dan menganalisis hasil pengukuran kinerja dan model pengetahuan sebagai dasar untuk melakukan pengukuran kinerja dan menganalisis hasil pengukuran kinerja perusahaan. Prototipe perangkat lunak juga dikembangkan sebagai alat bantu pengukuran kinerja dengan metode BSC sekaligus menguji validitas kedua model yang dikembangkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa BSC terbatas untuk mengukur kinerja perusahaan secara global dan kedua model valid dengan studi kasus PT Essence Indonesia.

Willy Gunawan , Mary Handoko Wijoyo, STEI ITB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s