Steganography pada citra digital dengan transformasi wavelet

steganographySteganography merupakan teknik dan seni bagaimana menyembunyikan data digital dibalik data digital lain yang berperan sebagai medium pembawa (carrier) sehingga keberadaannya tidak mengundang kecurigaan dari persepsi pengamatan manusia.Dengan memanfaatkan kekurangan dari mata manusia, maka dipilih citra digital sebagai carrier selama data yang disisipkan tersebut tidak mengubah secara signifikan kualitas informasi citra carrier.

Penerapa teknik steganography pada citra digital dikatakan memiliki kinerja baik jika citra carrier tidak mengalami penurunan kualitas yang signifikan. Oleh karena itu, mulai muncul beberapa metode untuk teknik steganography, seperti metode fractal, blowfish dan DCT. Metode-metode ini memiliki beberapa kelebihan maupun kekurangan, sehingga dalam penelitian ini dilakukan suatu pendekatan yang baru yaitu dengan menggunakan transformasi wavelet untuk menangani beberapa kekurangan yang ada pada metode sebelumnya. Disamping itu, dengan pendekatan ini diharapkan yang disisipkan memiliki ketahanan terhadap kompresi atau gangguan/noise yang diberikan pada citra carrier.

Untuk mencapai tujuan tersebut dalam penelitian ini dibangun sebuah perangkat lunak sebagai tools untuk mengukur kinerja penerapan transformasi wavelet pada teknik steganography yaitu dengan melakukan pengujian terhadap kualitas citra yang sisipkan data (citra stegano) dan ketahanan data (robustness) yang disisipkan terhadap kompresi JPEG dan Gaussian Noise.

Setelah melakukan pengukuran baik secara obyektif  maupun subyektif maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode wavelet menunjukkan kinerja yang baik dalam teknik steganography, karena citra stegano memiliki SNR lebih besar dari 30 dB dan memperoleh nilai MOS yang berkisar antara 3,3 s.d 5 walaupun disisipkan data sebesar kapasitas maksimal yang dapat ditampung oleh citra carrier. Hal ini berarti perbedaan kualitas citra stegano dengan citra sebelum disisipkan tidak begitu besar. Pada pengujian ini, terlihat bahwa kualitas citra stegano tidak sebagus metode DCT, namun dengan metode wavelet kapasitas maksimal yang dapat ditampung oleh citra carrier lebih besar dibandingkan dengan metode DCT. Selain itu, data yang memiliki ketahanan cukup baik terhadap gaussian noise dan kompresi JPEG, namun data yang disisipkan akan rusak jika citra stegano mengalami proses spasial seperti rotasi dan cropping.

Eddy Muntina Dharma, STT Telkom

2 comments on “Steganography pada citra digital dengan transformasi wavelet

  1. oh ya bang, apakah metode wavelet untuk beragam algoritma wavelet yg ada (haar, db2 dll) itu sama?

    Maaf, saya masih berusaha memahami wavelet, tapi yang saya pahami dari penerapan wavelet pada steganography adalah metode wavelet menyisipkan pesan pada bagian frekuensi yang tinggi (ini benarkan?). Nah apakah semua metode wavelet yang ada juga memanfaatkan model seperti ini?

    Oh ya, saya juga boleh minta sarannya? Saya mau garap skripsi, saya mencoba memahami haar terlebih dahulu. Namun sy masih belum tw pasti metode apa yang mau saya pake. Ada saran? Ya yang tidak terlalu sulitlah…tapi mungkin lebih maju daripada haar? Ada?

    Makasih sebelumnya

    • transformasi wavelet ada yang kontinyu (TWK) dan ada yang diskrit (TWD). TWK biasanya untuk aplikasi fisika, kimia, biologi. TWD untuk aplikasi citra.
      Untuk haar (Daubechies orde 1) ,Daubechies2 (dB2), algoritma wavelet neural network, wavelet block feature, dll setauq beda..walaupun sama2 wavelet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s