Organization Knowledge Management System

orgBanyak organisasi belum atau tidak mengetahui potensi knowledge (knowledge + pengalaman) tersembunyi yang dimiliki oleh karyawannya. Mengapa demikian ? Riset Delphi Group menunjukkan bahwa knowledge dalam organisasi tersimpan dalam struktur : 42% dipikiran (otak) karyawan, 26% dokumen kertas, 20% dokumen elektronik, 12% knowledge base elektronik.

Sistem pakar (expert system) merupakan salah satu teknologi andalan dalam knowledge management, terutama melalui empat skema penerapan dalam suatu organisasi, yaitu :

1. Case based Rasoning (CBR) yang merupakan representasi knowledge berdasarkan pengalaman, termasuk kasus dan solusinya.

2. Rule based Reasoning (RBR) mengandalkan serangkaian rules yang merupakan representasi dari knowledge dan pengalaman karyawan/manusia dalam memecahkan kasus-kasus yang rumit.

3. Model-based Reasoning (MBR) melalui representasi knowledge dalam bentuk attribut, perilaku, antar hubungan maupun simulasi proses terbentuknya knowledge

4. Constraint satisfaction reasoning yang merupakan kombinasi antara RBR dan MBR

Didalam konfigurasi yang demikian, dimungkinkan pengembangan knowledge management di salah satu unit organisasi dokumentasi dan informasi dalam bentuk :

1. proses mengkoleksi, mengorganisasikan, mengklasifikasikan dan mendiseminasikan knowledge ke seluruh unit kerja dalam suatu organisasi agar knowledge tersebut berguna bagi siapapun yang memerlukannya.

2. kebijakan, prosedur yang dipakai untuk mengopersikan databse dalam suatu jaringan intranet yang selalu up-to-date

3. menggunakan ICT yang tepat untuk menangkap knowledge yang terdapat didalam pikiran individu sehingga knowledge itu bisa dengan mudah digunakan bersama dalam suatu organisasi.

4. adanya suatu lingkungan untuk pengambangan aplikasi expert system

5. analisis informasi dalam databases, data mining atau data warehouses sehingga hasil analisis tersebut dapat segera diketahui dan dipakai oleh lembaga.

6. mengidentifikasi kategori knowledge yang diperlukan untuk mendukung lembaga,mentransformasikan basis knowledge ke basis yang baru.

7. mengkombinasikan pengindeksan, pencarian knowledge dengan pendekatan semantic atau syntactic

8. mengorganisasikan dan menyediakan know-how yang relevan, kapan dan bilamana diperlukan , mencakup proses, prosedur , paten, bahan rujukan , formula , best practices, prediksi dan cara-cara memecahkan masalah. Secara sederhana, intranet, groupware, atau bulletin boards adalah sarana yng memungkinkan lembaga menyimpan dan mendesiminasikan knowledge.

9. memetakan knowledge (knowledge mapping) pada suatu oraganisasi baik secara online atau offline, pelatihan dan perlengkapan akses ke knowledge.

Bambang Setiarso,PDII- LIPI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s