Kerangka evaluasi situs web perguruan tinggi

Kehadiran situs web sebagai representasi di dunia maya saat ini merupakan satu hal yang sangat penting. Situs web merupakan gerbang pertama menemukan dan mengenal suatu organisasi di lingkungan dunia maya. banyak pihak yang mengandalkan ketersediaan situs ini untuk memperoleh informasi mengenai organisasi tersebut. Perguruan tinggi, sebagai sebuah organisasi yang bergerak dalam sektor layanan terhadap publik/masyarakat juga diharapkan oleh banyak pihak memiliki sebuah situs web yang representatif dan dapat memenuhi kebutuhan informasi khalayak, baik dari akademisi maupun masyarakat luas.

Evaluasi dalam bentuk apapun , memerlukan kerangka pemikiran dan implementasi, yang meliputi aspek penilaian, dasar penentuan kriteria evaluasi, penyusunan kriteria yang lebih rinci dan strategi implementasinya. Dalam tulisan ini akan diajukan satu kerangka evaluasi umum terhadap situs web yang disusun berdasarkan studi literatur terhadap beberapa contoh model evaluasi terhadap situs web dari berbagai organisasi/institusi yang pernah dipublikasikan. berbagai model evaluasi situs web tersebut kemudian dicoba dirangkum dan dipetakan berdasarkan sudut pandang pengguna/pengunjung web(web surfer), pengelola situs web (web owner), dan pengembang situs (web developer). Pemetaan terhadap tiga sudut pandang ini dilakukan untuk memperoleh satu aspek penilaian yang komprehensif meliputi sudut pandang internal dan eksternal organisasi. Untuk setiap sudut pandang, diidentifikasi beberapa kriteria umum sehingga diperoleh model umum kerangka evaluasi situs web. Model umum ini kemudian dianalisis lagi dan disesuaikan dengan keadaan di lapangan, sehingga akhirnya diperoleh kerangka evaluasi yang dapat secara spesifik diterapkan unutk web site perguruan tinggi, khususnya di Indonesia. beberapa pertimbangan yang dilakukan meliputi aspek kemampuan rata-rata organisasi perguruan tinggi dalam mengelola situs web dan ekspetasi masyarakat terhadap ketersediaan situs web dan kontennya (isi web). beberapa penyesuaian aspek penilaian terpaksa dilakukan mengingat peluang sulitnya mendapatkan data yang komprehensif jika harus membuat kerangka yang ideal.

Kerangka evaluasi yang dihasilkan lebih menekankan pada aspek pengguna (web surfer), khususnya dari kalangan akademisi, dengan pertimbangan kemudahan mencari responden dan pelaksanaan survey itu sendiri.

Wina Witanti, Falahah, STT YBSI, ITB  Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s