Perangkat Lunak pengenalan wajah menggunakan metode Independent Component Analysis (ICA)

Independent Component Analysis (ICA) merupakan metode pembagian sumber yang didasarkan pada statistika orde banyak. Metode tersebut akan diterapkan untuk pengenalan wajah dengan algoritma FastICA. Penerapan ICA terutama digunakan untuk mencari komponen-komponen independen dari wajah sedemikian sehingga suatu wajah tersebut dapat dinyatakan sebagai kombinasi linear dari komponen-komponen independen yang telah ditemukan. Langkah awal ICA meliputi centering dan whitening. Proses pemutihan digunakan untuk menghilangkan korelasi-korelasi antar data sumber. Setelah data menjadi tidak berkorelasi, langkah selanjutnya adalah proses estimasi komponen-komponen independen. Algoritma FastICA diterapkan untuk proses estimasi komponen independen tersebut. Proses ini akan menghasilkan komponen independen dan feature citra wajah. Feature-feature citra wajah yang telah ditemukan pada tahapan estimasi komponen independen disimpan dalam bentuk matriks. pada tahap identifikasi, citra test yang diinputkan diambil featurenya. Feature ini dihitung jaraknya dengan semua feature yang tersimpan. Citra dengan feature yang mempunyai jarak paling dekat dianggap sebagai citra yang paling mirip dengan citra test.

Ujicoba dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa Independent Component Analysis dengan algoritma FastICA baik digunakan untuk pengenalan wajah. hal ini bisa dilihat dari performance yang mencapai 88% untuk mengidentifikasi subyek 15 orang menggunakan data wajah yang diambil dari Yaleface database.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s