Standarisasi e-Learning

Terdapat standarisasi e-Learning yang harus digunakan sebagai acuan pengembangan system :

1. LTSC
Diciptakan oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE) yang telah membentuk banyak standar teknologi untuk electrical, teknologi informasi, dan ilmu pengetahuan. Tujuan dari LTSC ini adalah untuk membentuk akreditasi standar
teknis, memberikan rekomendasi pelatihan, dan menjadi acuan dalam teknologi pembelajaran.

2. IMS
Merupakan organisasi yang penting dalam komunitas e-Learning sejak consortium antara akademisi, perusahaan dan pemerintah untuk membangun dan mendukung open spesification untuk distribusi learning dan pengembangan content dan pertukaran student antara system yang berbeda.

3. ADL
Membuat Shareable Courseware Object Reference Model (SCORM). SCORM merupakan
sebuah spesifikasi standar untuk reusability dan interoperability dari content pembelajaran SCORM fokus pada dua aspek terpenting pada interoperability dari content pembelajaran :
– Mendefinisikan secara agregrat model untuk mengemas content pembelajaran
– Mendefinisikan API yang dapat digunakan untuk komunikasi antara content pembelajaran dengan system yang digunakan

SCORM juga membagi teknologi pembelajaran berdasarkan functional component :
– Learning Management Systems (LMS)
– Shareable Content Object (SCOs)
Terdapat banyak tools yang dapat digunakan untuk memanfaatkan SCROM ini contohnya adalah eXelearning. Pemanfaatanya dalam system e-Learning juga sudah didukung, sebagai contoh adalah system e-Learning opensource Moodle.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s