Optimasi Query database dengan algoritma genetika

Algoritma genetik adalah algoritma pencarian heuristik yang didasarkan atas mekanisme evolusi biologis. Proses algoritma genetik menggabungkan proses seleksi, penggunaan operator crossover (penyilangan) dan mutasi untuk mendapatkan solusi terbaik. Dua metode crossover yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi query database ini, yaitu M2S crossover dan CHUNK crossover.
Penggunaan dua metode crossover tersebut akan diuji dan dianalisa hasilnya, untuk mengetahui metode crossover apa yang terbaik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah optimasi query database, dengan mencari nilai minimum.
Hasil yang dicapai dengan algoritma genetik dapat mencapai solusi yang optimum. Semakin besar nilai parameter (Pc, Popsize dan Maxgen) maka hasilnya akan semakin akurat. Sebaliknya nilai Pm tidak perlu terlalu besar karena akan membuat hasil akhir kurang akurat. Namun demikian, hasil pengujian selanjutnya dapat saja berbeda karena komponen algoritma genetik berbasis pada fungsi random.Manahan Siallagan, Mira Kania Sabariah, Malanita Sontya
Jurusan Teknik Informatika
Universitas Komputer Indonesia
mira_ljuan@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s