WiMAX vs LTE

1. LTE dipilih oleh banyak produsen ponsel maupun operator seluler karena teknologi ini cocok dengan infrastruktur jaringan 3G yang sudah dibangun oleh para operator selular saat ini (Harper, InformationWeek,2009). LTE dipilih sebagai jaringan 4G , karena secara teori teknologi ini mampu menyuguhkan kecepatan download hingga 100 Mbps.Hal itu memungkinkan para operator untuk menawarkan video streaming berdefinisi tinggi (HD) yang hingga kini tak mungkin dilakukan melalui jaringan 3G.
2. Di lain sisi, ClearWire, Google, Sprint, dan Intel telah mengusung WiMax sebagai teknologi pilihan dalam menyuguhkan 4G. Meskipun secara teori, kecepatan WiMax lebih rendah dibandingkan LTE, saat ini jaringan milik ClearWire telah berjalan baik di Baltimore dan Portland,AS.
3. LTE cocok untuk jaringan 3G dan HSDPA . Investasi yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan Wimax yang notabene harus mengeluarkan investasi untuk membangun perangkat jaringan baru
4. Bagi beberapa operator seluler, mengimplementasikan LTE bisa jadi pilihan bijak. Mengingat LTE dikembangkan oleh 3GPP (Third Generation Partnership Project), group yang juga mengembangkan teknologi GSM dan HSDPA. Apalagi, LTE menawarkan proses migrasi secara seamless untuk jaringan GSM, WCDMA atau bahkan CDMA.
5. Dari sisi BTS, LTE bisa diintegrasikan secara seamless ke dalam kabinet untuk selanjutnya menggunakan aset yang sudah ada. Sebut saja catu daya, perangkat transmisi, dan aset RF.
6. Dari sisi teknologi, LTE hadir dengan teknologi terkini, baik dari sisi transmisi, antena maupun jaringan inti berbasis IP. Mirip dengan teknologi milik WiMAX ataupun UMB. Untuk transmisi misalnya, LTE menggunakan teknologi OFDMA (Orthogonal Frequency Division Multiple Access) untuk downlink. Sedangkan untuk uplink, LTE menggunakan SC-FDMA (Single Carrier Frequency Division Multiple Access), teknologi yang dipercaya lebih efisien dalam hal penggunaan energi.
7. Sementara untuk antena, LTE menggunakan konsep MIMO (Multiple Input Multiple Output) yang memungkinkan antena untuk melewatkan data berkuran besar setelah sebelumnya dipecah dan dikirim secara terpisah. Selain tentu saja implementasi arsitektur berbasis IP di sisi jaringan inti. Inilah yang nantinya akan mengantarkan kita pada era Mobile IP.
8. Di sisi pengguna, LTE adalah pintu masuk untuk beragam layanan menarik. Sebut saja Voice Over IP, Multi-User Gaming Over IP, High Definition Video On Demand dan Live TV. Kecepatan akses yang ditawarkan secara otomatis juga akan mampu mengoptimalkan layanan-layanan yang sudah ada seperti e-mail, internet browsing, dan MMS. LTE mampu menghadirkan seluruh layanan yang ada di internet ke dalam sebuah perangkat mobile. Terlebih, LTE menjanjikan low latency yang sangat penting untuk layanan-layanan real time yang memang anti delay.
9. Tapi, seperti halnya WiMAX, LTE juga masih menunggu regulasi yang jelas. Terutama dalam hal penggunaan frekuensi. Meskipun, 3GPP menjanjikan bahwa LTE bisa dioperasikan dihampir seluruh frekuensi yang distandarisasi 3GPP, mulai dari 2.5/2.6 GHz, 2.3 GHz, 2.1 GHz,1900 MHz,1800 MHz,1700/2100 MHz, 1500 MHz, 900 MHz, 850 MHz, 700 MHz, hingga 450 MHz. Tapi tetap saja, pemerintah perlu mengalokasikan frekuensi yang tepat untuk teknologi seperti LTE ataupun WiMAX.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s