Pengembangan computer based test pada tes potensi akademik menggunakan skala pengukuran model item response theory (IRT)

Tes potensi akademik merupakan salah satu dari sekian jenis tes yang digunakan untuk mengukur dan memberi penilaian beberapa hal terkait dengan kemampuan dan potensi akademik sesorang dan sejauh ini penggunaannya sudah semakin luas. Misalnya sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan kapasitas dan kapabelitas seseorang yang biasanya disyaratkan dalam kategori tertentu seperti penerimaan siswa atau mahasiswa baru, penerimaan karyawan, seleksi pegawai negeri hingga pengukur kecendrungan pola pikir dan kemampuan intelektual anggota dewan. Bahkan akhir-akhir ini, tes potensi akademik menjadi bagian dari syarat kenaikan jabatan atau posisi-posisi tertentu pada perusahaan dan mulai merambah kearea tes kelayakan (proper test) untuk tugas-tugas tertentu.
Pemanfaatan teknologi informasi yang digunakan pada tes potensi akademik berupa tes berbasis komputer (Computer-based Test/ CBT) diharapkan mampu menjawab kebutuhan atas penggunaan tes potensi akademik sehingga pengguna dapat melakukan latihan atau menjadikan tes potensi akademik berbasis komputer sebagai media belajar dan bahkan digunakan untuk melakukan pengujian kemampuan bagi tujuan tertentu oleh lembaga, organisasi yang membutuhkan. Tes potensi akademik berbasis komputer ini menggunakan aplikasi berbasis web dengan konsep Learning Content Management System (LCMS/ CMS) yaitu MOODLE sehingga baik pengelola maupun pengguna dapat dengan mudah menggunkan aplikasi open source ini.
Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi dari penggunaan tes potensi akademik berbasis komputer ini menunjukkan bahwa perangkat lunak berbasis web ini dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna dan pengelola. Selanjutnya penerapan tes potensi akademik berbasis komputer ini memiliki fungsi fleksibel berupa pemanfaatan sebagai media latihan maupun mengukur kemampuan pengguna dalam menjawab pertanyaan pada tes potensi akademik. Baca lebih lanjut

Iklan

Desain dan pembuatan model testing center untuk latihan ujian CCNA berbasis web

Cisco Systems, Inc. merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang penyediaan alat-alat konfigurasi jaringan dan tenaga kerja networking. Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja networking yang handal, Cisco menyediakan berbagai program sertifikasi, misalnya Cisco Certified Network Associate (CCNA), yang merupakan sertifikasi mengenai teknologi jaringan tingkat dasar mengenai penggunaan Cisco router dan switch pada jaringan LAN/WAN. Untuk mendapatkan sertifikasi CCNA tersebut seseorang harus mengikuti ujian sertifikasi. Dalam tugas akhir ini penulis akan mengembangkan sebuah model testing center berbasis web yang akan menyediakan fasilitas latihan untuk menghadapi ujian tersebut. Melalui sistem yang dibuat dengan memanfaatkan teknologi internet ini
administrator dapat memilih kategori soal yang akan dibuat, dengan tujuan
memudahkan proses monitoring bagi kemajuan peserta kelas pelatihan CCNA
(student). Selain fasilitas bagi student melalui freetest, terdapat juga fasilitas bagi non student melalui paidtest, namun untuk fasilitas paidtest ini administrator tidak melakukan monitoring terhadap non student (bukan peserta kelas pelatihan CCNA). Fasilitas lain yang ada misalnya pengaturan aktivasi tes dan konfigurasi tes untuk IP address tertentu dan fasilitas history nilai bagi student dan non student. Sistem ini dikembangkan dengan teknologi PHP dan Java Script serta penggunaan MySQL sebagai database untuk menyimpan semua data yang digunakan dalam sistem. Pengujian terhadap sistem ini menunjukkan bahwa sistem dapat membantu user yang merupakan student atau non student untuk mendapatkan pelatihan mengenai jaringan komputer. Selain itu user juga mendapat gambaran mengenai bentuk ujian sertifikasi CCNA yang sebenarnya.

Baca lebih lanjut

Multiple Choice Computer-Based Test with Feedback, using Random Number Generator

Pelajar perlu mengerti dan pendidik perlu mengetahui apakah mereka telah
mengajarkan pengetahuan mereka dengan baik, keduanya memerlukan umpan balik.Computer Based Test (CBT) membantu untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan umpanbalik ini. Beberapa sertifikat profesional juga telah menggunakan CBT, dengan pertanyaan pilihan ganda. Tetapi cara CBT seperti ini, di dalam lab. komputer yang tempat duduknya sangat berdekatan, memberi peluang atau bahkan mengundang orang untuk menyontek. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan randomisasi untuk urutan soal yang muncul dan randomisasi untuk letak pilihan jawaban ganda. Di dalam penelitian ini, Linear Congruential Generator (LCG), suatu fitur randomisasi yang terdapat di dalam Visual Basic (MS VB), digunakan untuk membuat aplikasi CBT yang dibutuhkan. Dua jenis aplikasi VB yang dibuat, berbasiskan data MS Access atau MS SQL, telah berhasil diuji coba di Lab. Komputer UPH oleh lebih dari 200 orang mahasiswa, dalam kelompok kelompok secara paralel (oleh 50 mahasiswa atau kurang untuk subyek seperti: Interaksi Manusia Komputer, Komunikasi Data dan Ujian saring Asisten Lab. Komputer. Tiga tipe hak akses disediakan: administrator, dosen dan mahasiswa. Seusai CBT, pengguna langsung dapat melihat nilainya, di samping ini, dosen pengampu mata kuliah dapat melihat informasi yang
berguna, seperti: pertanyaan mana saja yang dijawab salah untuk setiap penggunapertanyaan mana saja dijawab salah oleh semua pengguna dan sebaliknya, nilai rata-rata kelas, waktu untuk menyelesaikan CBT, data login-logout, nama komputer, serta IP-nya. Fitur umpan balik lain pada versi akses dosen adalah, kemampuan CBT untuk memberikan pesan kepada setiap mahasiswa, saat CBT sedang berlangsung. Selain CBT meningkatkan persentase pemakaian jaringan komputer, juga telah berhasil dibuktikan bahwa cara yang dipakai untuk menghasilkan urutan soal dan letak pilihan jawaban secara acak tidak mengganggu pemakai CBT.

Baca lebih lanjut

Usulan perbaikan pelaksanaan ujian konvensional

exam1Berikut ini merupakan langkah-langkah perbaikan terhadap pelaksanaan ujian konvensional :

1.  Dosen memasukkan data ujian beserta jawaban ke dalam sistem

2.  Data soal dan jawaban akan disimpan pada server

3.  Mahasiswa yang akan mengikuti ujian , harus melakukan registrasi ke sistem dengan mengirimkan NIM dan Kode MK ke sistem

4. Data yang dikirimkan mahasiswa akan dikirim ke server. Server akan melakukan validasi, apakah mahasiswa berhak mengikuti ujian tersebut berdasarkan data yang ada pada akademik dan melakukan pengacakan posisi kelas untuk mahasiswa yang bersangkutan.

5. Mahasiswa yang berhak mengikuti ujian akan menerima status valid dan menerima posisi kelas ( yang telah diacak untuk setiap mahasiswa) dimana mereka dapat melakukan ujian . Pengacakan ini untuk menghindari kecurangan, karena dengan mekanisme ini sangat kecil kemungkinan mahasiswa yang mengambil mata kuliah (MK) yang sama duduk berdekatan dan selain itu masih terdapat para pengawas yang akan mengambil daftar hadir serta membagikan kertas buram.

6. Mahasiswa menerima konfirmasi status dan posisi kelas.

7. Mahasiswa menuju ke kelas yang telah ditentukan.

8. Server akan melakukan pencetakan daftar hadir mahasiswa perkelas yang telah diacak tadi

9. Daftar hadir dibagikan kepada para pengawas.

10.Para pengawas akan menuju ke kelas yang telah ditentukan untuk melakukan pengawasan dan mengambil daftar hadir yang kemudian akan disimpan sebagai arsip tanda kehadiran mahasiswa.

11. pada jadwal yang ditentukan, maka sistem mulai mengirim soal-soal yang berkesesuaian dengan mahasiswa yang telah melakukan registrasi. Sistem kemudian menyimpan setiap jawaban mahasiswa tadi. Untuk lebih meningkatkan keamanan ujian, maka soal ujian dapat sebelumnya diacak, sehingga ada kemungkinan untuk setiap mahasiswa berbeda soal yang mereka terima.

12. Mahasiswa menjawab setiap pertanyaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

13. Setelah melakukan pengolahan terhadap setiap data jawaban mahasiswa yang masuk, kemudian server akan mengirimkan hasil perolehan poin kepada mahasiswa.

14. Mahasiswa menerima data hasil ujian baik melalui perangkat seluler mereka maupun melalui akses langsung ke web site yang telah disediakan.

Perbaikan pelaksanaan ujian konvensional

examPelaksanaan ujian seperti saat ini banyak dikenal di perguruan tinggi merupakan sebuah cara yang telah lama digunakan. Secara teknis sangat sulit menemukan kekurangan dari sistem yang sedang berjalan. Hal ini disebabkan adanya penyempurnaan-penyempurnaan yang terus dilakukan terhadap sistem tersebut, sehingga sistem ujian konvensional yang dilaksanakan saat ini cukup memenuhi syarat sebagai ajang pengukuran terhadap keberhasilan penyerapan materi.

Namun seiring perkembangan teknologi informasi yang pesat mengakibatkan timbulnya tekanan baik yang berasal dari teknologi itu sendiri atau yang berasal dari masyarakat pengguna. Hal ini mengakibatkan perlu dilakukan pengkajian terhadap pentingnya pengembangan metode konvensional yang ada. Kajian terhadap kemungkinan diterapkannya perbaikan metode konvensional dengan penggabungan teknologi informasi demi mempercepat waktu pengolahan dan menghemat sumber daya organisasi akan dapat memberikan gambaran bagaimana sistem dapat dikembangkan pada masa yang akan datang.