Teori tentang Retinopati Diabetes

Pada penderita diabetes melitus dapat terjadi kelainan retina yang disebut sebagai retinopati diabetes. Retinopati Diabetes merupakan penyakit sistemik yang paling penting pada mata. Retinopati Diabetes akan menyebabkan gangguan ketajaman penglihatan, sehingga penglihatan penderita akan semakin menurun dan dapat menyebabkan kebutaan.

Kemungkinan terjadinya retinopati diabetes pada penderita diabetes melitus cukup tinggi yaitu berkisar 40-50. Pada umumnya retinopati diabetes terjadi pada penderita diabetes melitus yang telah terjangkit selama 10 tahun. Pada usia lanjut sering terlihat retinopati diabetes sebelum penderita menyadari adanya diabetes melitus . Kelainan pada retina yang dapat terjadi akibat retinopati diabetes adalah

  1. Kelainan vena, yaitu melebar iregular dan berkelok-kelok. Kelainan vena terjadi akibat gangguan sirkulasi dan gangguan pada endotelnya.
  2. Mikroaneurisma, yaitu terjadi penonjolan dinding pembuluh darah kapiler vena retina.
  3. Pendarahan pada retina berbentuk pendarahan bintik dan bercak-bercak di dalam retina.
  4. Obstruksi kapiler, mengakibatkan terganggunya aliran darah kapiler retina.
  5. 5. Neovaskularisasi, merupakan awal penyakit yang lebih berat pada retinopati diabetes.
Iklan

Computer based on color blindness test

Color blindness is a condition where someone could not see the difference between two colors or more. There are some color blindness classifications, and so there exist some methods to test whether or not someone has color-blind symptom (and if so, in what classification). Ishihara test is a standard and simple world wide-known and used test. Ishihara used 38 pages filled with multicolored dots which some of them resembles numbers or colored-path.
There are two most important disadvantages of using Ishihara test tool. First, the tool (book) is not easy to find (or buy), so anyone who wants to take the test usually go to the doctor or some eye-specialist clinics. Second, the images shown in the book were static. It means we can cheat the test by memorizing each number(s) appeared on every page.
Computer-based test can solve those two problems. The application has been
evaluated and tested in Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. The result shows, that this particular application can classify up to eight color-blind types (protanopia, deuteranopia, weak protanomali, weak deuteranomali, strong protanomali, strong deuteranomali, and both monochromat complete color blindnesses). Baca lebih lanjut