Learning Management System; perencanaan pembuatan e-learning

d7Ada dua bagian utama e-learning, yaitu learning Management System dan e-learning content atau materi pelajaran e-learning yang akan dipelajari oleh pemakai. Learning management System (LMS) adalah sistem yang membantu adaministrasi dan berfungsi sebagai platform e-learning content. Apabila memiliki banyak materi pelajaran e-learning, kita tidak hanya meletakkannya pada layar desktop komputer dalam bentuk icon. Bagaimana bila kita memiliki lebih dari 100 judul pelajaran e-learning? Layar komputer kita tentu akan penuh. Oleh karena itu kita perlu memiliki LMS sebagai sistem yang mengatur e-learning content atau mata pelajaran e-learning. Suatu studi yang dilakukan oleh Gartner menyatakan bahwa 60% seluruh perusahaan di Amerika menggunakan LMS pada tahun 2003.

E-learning dapat membantu administrasi kegiatan pelatihan kita. LMS inilah yang berperan banyak dalam membantu administrasi. LMS pun mengatur semua kegiatan e-learning. Organisasi sendiri dapat memilih membuat LMS sendiri atau membeli yang sudah jadi dan tersedia di pasaran. Keputusan tergantung dari kemampuan oang-orang di organsasi serta waktu dan dana yang tersedia.  Apapun keputusan oraganisasi , haruslah membuat dan mengemas LMS sehingga dapat dipakai bekerja dan mempunyai fungsi sesuai keinginan pemakai

Iklan

Learning Management System

lms3Learning Management System adalah sebuah sistem yang digunakan untuk menyebarkan, mengatur, menelusuri dan melaporkan interaksi yang terjadi antara siswa dengan materi serta siswa dengan instrukturnya. Secara khusus LMS akan mengatur mulai dari registrasi siswa, pembelajaran siswa, menelusuri progres pembelajaran siswa, melakukan test (ujian) dari materi, menyimpan hasil test siswa, sampai pada informasi nilai ujian secara keseluruhan dari satu atau beberapa materi yang dipelajari oleh siswa.

Learning management system memiliki beberapa fungsi yang dapat dijadikan pijakan dalam perancangan sistemnya. Ada dua pendekatan untuk memahami fungsi dari LMS. Pertama perancangan LMS berdasarkan prosesnya dan perancangan fitur berdasarkan tool set dari penggunanya.