Model Manajemen Persediaan Darah di PMI Didukung Sistem Informasi berbasis WEB (mengadopsi konsep Supply Chain Management)

Persoalan utama dalam manajemen persediaan darah di PMI adalah masih
kurangnya supply darah yang bisa disediakan oleh PMI untuk melayani permintaan resipien, sehingga sering terjadi resipien harus mencari donor pengganti. Hal ini disebabkan diantaranya karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan donor darah dan kurang terintegrasinya pengelolaan data stok diantara PMI cabang, sehingga proses subsidi silang kurang cepat bisa dilaksanakan.
Dalam tulisan ini diusulkan model manajemen persediaan darah yang mengadopsi konsep supply chain management yang membawa konsekuensi baru yaitu bahwa distributor (bank darah RS) dan resipien sebagai cutomer serta LSM, pendonor, dan masyarakat umum (kandidat pendonor) sebagai supplier harus ikut menjadi perhatian sistem manajemen selain supply chain internal antar PMI cabang . Untuk mendukung terlaksananya model tersebut dengan baik dikehidupan nyata, diajukan requirement dari Sistem Informasi berbasis WEB yang menyediakan fasilitas untuk pengambilan keputusan, pencatatan transaksi operasional, jaminan integritas data, komunikasi antar pihak, maupun komunikasi publik. Sebuah situs yang dipakai bersama oleh
semua pihak yang wajib mengelola maupun yang peduli dengan persediaan darah nasional, diharapkan meningkatkan tingkat ketersediaan darah sekaligus sifat sosial.
Baca lebih lanjut

Iklan

Aplikasi Supply Chain Management berbasis SMS gateway

SCMSupply Chain Management (SCM) merupakan salah satu dari kemajuan besar di bidang bisnis pada abad keduapuluh. SCM bertujuan untuk meningkatkan produktivitas total perusahaan melalui penjualan barang dan jasa kepada pelanggan dan pada waktu yang sam juga menurunkan biaya total operasional perusahaan serta inventaris. Tujuan ini dapat diwujudkan dengan cara memusatkan perhatian pada memusatkan perhatian pada pengefisienan operasional perusahaan dan peningkatan kerjasama dan komunikasi dengan supplier dan customer. Implementasi Teknologi Informasi telah menimbulkan efek yang luar biasa pada SCM, sehingga dipercaya dapat menunjang aktivitas bisnis dan produktivitas total suatu perusahaan.

Penelitian ini bermaksud membuat aplikasi yang dapat melayani pemesanan barang dengan konsep SCM melalui SMS secara lebih mudah dan cepat.

Aplikasi SCM ini dapat melayani pemesanan sutau barang oleh customer kepada supplier melalui jasa agen atau perusahaan retailer/grosir (konsep Internal Supply Chain) dengan lebih cepat dan mudah. Pengguna (customer dan supplier) cukup mengirimkan SMS dengan format yang telah ditentukan. Jika format benar maka aplikasi akan segera mengirimkan balasan terkait dengan jenis layanan yang diinginkan, namun jika format salah maka aplikasi akan memberitahukan kembali ke pengguna.