e-learning content berbasis semantic web

Perkembangan internet dan e-Learning dengan aplikasi dan tools baru yang menyertainya, secara cepat telah mengubah bentuk atau cara pembelajaran yang lama. Pada masa lalu secara sederhana kita mendistribusikan content e-Learning ke WWW dengan gaya semi tersturktur (dalam bentuk dokumen HTML dengan banyak links ke dokumen-dokumen lain). Sehingga prinsipnya bahwa content tersedia dan dapat diakses secara online.
Namun kenyataannya dalam memperoleh content yang sesuai (dibutuhkan) banyak menjumpai permasalahan yang disebabkan karena terbatasnya pemberian keyword pada content tersebut. Hal ini makin bertambah sulit ketika tidak dijumpainya meta data secara explisit dan informasi yang berkaitan dengan aspek pedagogik dari content
(ketergantungan content). Dengan demikian hanya yang ahli yang dapat menemukan content yang sesuai atau untuk mengorganisasikannya kedalam bentuk heterogen content yang masuk akal.
Munculnya Teknologi Web Semantic, e- Learning content dapat ditambahkan meta data(termasuk didalamnya atribut-atribut pedagogik) dan kemudian di atur/organisasikan kedalam ontology sehingga dimungkinkan memudahkan penyebaran, penemuan, dan penggunaan content dengan cara yang lebih baik. Dengan cara ini tidak hanya manusia yang dengan mudah menemukan dan mengatur content yang diperlukan namun juga agen cerdas. Agen cerdas yang ada pada aplikasi akan
menemukan dan mengelola content dari sumber content yang heterogen kemudian
mengkombinasikan menjadi customized courseware dengan kriteria spesifik dan aturan-aturan lainnya.
Customized courseware ini mengacu pada sekumpulan content (bersumber dari heterogent content) yang mana content-content saling terkait dan aturan pedagogik tetap terjaga.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pengertian semantic web

Semantic web adalah sebuah visi, ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan oleh mesin tidak hanya untuk tujuan display, tetapi untuk otomatisasi, integrasi dan penggunaan kembali data diantara berbagai aplikasi.
Semantic web adalah sebuah web dari data, seperti layaknya sebuah basis data global. Pendekatan Semantic web mengembangkan bahasa untuk mengekspresikan informasi dalam bentuk yang dapat diproses oleh mesin (machine processable). Ide dasarnya adalah untuk membawa Web memiliki definisi dan link data sehingga dapat digunakan lebih efektif untuk mencari, otomasi, integrasi dan re-use informasi pada berbagai aplikasi. [W3C].

Web saat ini mendukung dokumen, halaman teks dan gambar yang dirancang untuk manusia. Semantic web menambah dukungan untuk basis data, kumpulan informasi yang besar tersusun rapi untuk diproses oleh mesin.

Semantic web dikembangkan oleh sebuah tim di World Wide Web Consortium. Hingga saat ini Semantic web masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan, karena teknologi ini masih baru digunakan dan tim masih mengembangkan metode masing-masing untuk mengembangkan Semantic web.

Kemudian apakah keuntungan menggunakan Semantic web? Dengan metode tradisional data-data disimpan pada halaman web tersebut sangat beragam. Sehingga ini masih mungkin digunakan untuk skala pemakai terbatas. Tetapi jika akan digunakan dalam skala yang luas maka akan menjadi kesulitan, karena tidak ada sistem yang global yang dapat digunakan untuk merepresentasikan data dengan cara tersebut yang dapat di proses oleh setiap pemakai. Sebagai contoh ada informasi mengenai olah raga, cuaca, dan lain lain, kesemua informasi tersebut masing-masing jumlahnya jutaan dan dibuat oleh pembuat yang berbeda-beda, yang masing-masing memiliki bahasa dan metode tersendiri untuk menyimpan informasi tersebut dan kesemua informasi tersebut ditampilkan dalam halaman HTML, Hal tersebut sangat sulit dilakukan kalau menggunakan metode tradisional.

Seperti halaman web biasa yang memiliki layanan seperti mesin pencari, yang menggabungkan berbagai macam halaman kedalam satu koleksi yang sama. Semantic web juga memiliki hal yang sama, perbedaanya terletak pada metode pencarian halaman web yang diinginkan. Jika pada halaman web biasa hanya hanya dapat mencari halaman web yang memiliki sebuah atau beberapa kata yang menjadi bahan pencarian, sedangkan dalam Semantic web dapat melakukan pencarian dengan lebih terstruktur, pertanyaan yang spesifik (selama hal tersebut di tulis kedalam bentuk yang dimengerti oleh mesin).

Semantic web tidak hanya tentang bagaimana mengajarkan mesin untuk dapat mengerti bahasa manusia atau memproses bahasa alami dan juga tidak semata-mata untuk membuat sebuah kecerdasan buatan, tetapi tujuan utama adalah untuk mempermudah mengumpulkan data-data, lebih diutamakan untuk data yang besar.

Membangun aplikasi semantic web

Untuk membangun aplikasi semantic web, hal pertama yang harus dipahami adalah:

– Pengertian ontology
– RDF/OWL

Setelah memahami kedua hal tersebut, kemudian dibuat ontologynya.  Tools yang dapat  digunakan untuk mengelola ontology , diantaranya :
–  JENA
– Sesame (openrdf.org)

Sedangkan bahasa untuk query ontology adalah :
– SPARQL

Setelah memahami dan mampu mempraktekkan beberapa hal diatas, saatnya membuat peng-koding-an. Program yang digunakan diantaranya PHP atau Java untuk membuat aplikasinya, tentunya berbasis web.

Semantic Web sebagai solusi masalah dalam e-tourism di Indonesia

Teknologi informasi telah menjadi komponen penting dalam berbagai bidang, termasuk industri pariwisata yang meliputi promosi, pemasaran, dan penjualan produk pariwisata (e-commerce dalam industri pariwisata). Pariwisata berbasis teknologi informasi dikenal sebagai e-tourism (IT-enabled tourism). Permasalahan etourism di Indonesia adalah belum optimalnya pemasaran paket wisata karena informasi yang diberikan pada website pariwisata tidak bersifat interaktif dengan wisatawan yang membutuhkan informasi lengkap, juga belum terintegrasinya website-website pariwisata dengan sistem informasi komponen lain dalam industri pariwisata, seperti perusahaan penerbangan, pelayaran, asuransi, agen travel, hotel, dan pengelola obyek wisata sendiri. Tulisan ini mengkaji permasalahan promosi dan pemasaran pariwisata berbasis teknologi informasi di Indonesia dan bagaimana pemanfaatan semantic web untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada. Dari penerapan teknologi semantic web dalam e-tourism di Eropa, disimpulkan bahwa teknologi ini dapat menjadi solusi masalah e-tourism di Indonesia, yaitu dengan membuat suatu tourism ontologi untuk melakukan anotasi semantic pada informasi pariwisata, sehingga informasi terintegraskan. Selain itu dibuat suatu aplikasi
portal pariwisata sehingga calon wisatawan dapat mencari informasi paket wisata secara lengkap. Pencarian informasi menggunakan hubungan semantic antar informasi pariwisata dari berbagai sumber yang telah dianotasi menggunakan tourism ontologi. Hal ini menguntungkan calon wisatawan, juga perusahaan yang bergerak dalam bidang pariwisata, karena informasi pada web miliknya berguna lebih optimal sehingga dapat meningkatkan promosi dan pemasaran produknya.

Baca lebih lanjut

Fungsi Semantic web

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa tujuan utama dalam penerapan semantic web adalah untuk menemukan informasi yang tepat dan cepat dalam kumpulan informasi yang tersebar luas dalam dunia internet. Dengan melihat tujuan tersebut maka semantic web lebih tepat untuk penggunaan di dalam perusahaan yang biasanya membutuhkan informasi dalam waktu yang cepat, dan informasi tersebut mengambil referensi dari banyak sumber.

Dalam sebuah perusahaan, semantic web dapat digunakan untuk :

  • Pendukung keputusan
  • Pengembangan bisnis
  • Berbagi informasi dan pengetahuan
  • Administrasi dan automasi

Komponen Semantic Web

Sebuah semantic web tidak berdiri sendiri, terdiri dari berbagai macam komponen-komponen yang saling berhubungan satu sama lainya. Komponen yang terdapat dalam sebuah semantic web antara lain :

  1. XML, menyediakan sintaksis untuk dokumen yang terstruktur;
  2. XML Schema, adalah bahasa untuk membatasi struktur dari dokumen XML;
  3. RDF, model data sederhana yang berhubungan dengan object (“resource”) dan bagaimana mereka berhubungan. Sebuah model data RDF dapat ditulis dengan sintaksis XML;
  4. Skema RDF, adalah vocabulary untuk mendeskripsikan property dan class dari RDF;
  5. OWL, menambahkan beberapa kosa kata untuk menjelaskan property dan class, antara lain: hubungan antara class, kardinalitas, persamaan, karakteristik dari property.

Semantic web

Semantic web adalah sebuah visi, ide atau pemikiran dari bagaimana memiliki data pada web yang didefinisikan dan dihubungkan dengan suatu cara dimana dapat digunakan oleh mesin tidak hanya untuk tujuan display, tetapi untuk otomatisasi, integrasi dan penggunaan kembali data diantara berbagai aplikasi.

Semantic web adalah sebuah web dari data, seperti layaknya sebuah basis data  global.  Pendekatan semantic web mengembangkan bahasa untuk mengekspresikan informasi dalam bentuk yang dapat diproses oleh mesin (machine processable). Ide dasarnya adalah untuk membawa web memiliki definisi dan link data sehingga dapat digunakan lebih efektif untuk mencari, otomasi, integrasi dan re-use informasi pada berbagai aplikasi.  [W3C]. Baca lebih lanjut

Ontology wisata

Harmonise

Harmonise menggabungkan konsep web semantic, e-Business framework dan perjalanan & pariwisata. Harmonise merupakan standar ontology untuk mengatasi masalah interoperabilitas pada  sistem informasi pariwisata. Interoperabilitas diperlukan untuk menunjang bisnis supaya lebih lancar dan mengurangi biaya dengan memaksimalkan aplikasi yang telah ada.  Baca lebih lanjut

Semantic Web

World wide web (www) pertama kali dibuat pada tahun 1989  oleh European Laboratory for Particle Physics (CERN) di Jenewa, Swiss.  Adalah seorang Tim Berners Lee yang mengembangkan prototipe pertama dari world wide web  dengan tujuan  menyediakan sistem informasi bagi para fisikawan.

Pada akhir tahun 1990, Tim Berners Lee telah menemukan web browser dan web server. Web page yang ada pada satu komputer dapat diakses komputer yang lain. Pengembangan sistem dilakukan oleh beberapa kelompok penelitian yang tersebar di dunia. WWW berisi dokumen  dan keterkaitan (links) antar dokumen.

Web browser dan web server mengalami perkembangan. Keduanya semakin atraktif sebagai infrastruktur untuk berbagi informasi.  Web menjadi semakin menarik sebagai penyimpan informasi yang sangat besar. Web diakses dengan URL ( Uniform Resource Locator) melalui HTTP (Hypertext Transfer protocol) dengan menggunakan web prowser ( misalnya : Internet Explorer, Netscape, Mozilla, Safari)

Baca lebih lanjut

Syntactic web vs Semantic web

Tulisan ini menyajikan evolusi dari web. Telah diketahui jika web hanya diperuntukkan bagi manusia dan  biasanya ditampilkan pada web browser. Internet Business Models semacam B2B dan B2C, membutuhkan pengorganisasian untuk proses pencarian dalam mengatasi permasalahan  interoperabilitas dan integrasi antara sistem dan aplikasi. Salah satu solusi untuk mendapatkan informasi yang tepat yaitu penggunaan teknologi semantic web dan ontology yang kegunaannya tidak hanya untuk tujuan display semata, namun untuk tujuan interoperabilitas dan integrasi juga. Beberapa komunitas telah melakukan penelitian dalam pengembangan standarisasi semantic untuk mengolah informasi seperti Resource Description Framework (RDF) dan Ontology web Language (OWL). Ontologi dapat membantu komunikasi antara manusia, interoperabilitas diantara sistem software dan mengembangkan desain serta kualitas dari sistem software. Teknologi Semantic web telah digunakan untuk membangun sistem berbasis semantic web seperti semantic web service, semantic integration untuk keperluan informasi pariwisata, semantic digital library , hingga pengembangan ontologi dalam bidang bioinformatika.